• Kontak Kami
  • Hotline : 02155712942
  • SMS : 085211722399
  • BBM : E3380413

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Alamat : Taman Royal 1 Ruko Permata Niaga 1 No.63 Kel.Tanah Tinggi Kec.Cipondoh Kota Madya Tangerang - Banten. (kode Pos 15119) Promo Setiap Pembelian Melalui Website Besstore.id Dapatkan Potongan Harga Rp.20.000 Dengan Minimal Belanja Rp.150.000, Gunakan Kode Voucher PROMOBES
Beranda » Artikel Terbaru » Sejarah dan Perkembangan Batik Embos di Indonesia

Sejarah dan Perkembangan Batik Embos di Indonesia

Diposting pada 29 May 2017 oleh novri ekadito

Sejarah dan Perkembangan Batik Embos di Indonesia, Jual Batik, Toko Batik, Grosir Batik, Motif Batik, Batik Pekalongan, Jual Batik Pekalongan, Batik UnikBatik embos merupakan teknik pada industri tekstil, yang mana motif atau gambar dibuat di permukaan kain lewat aplikasi tekanan dan suhu. Proses embos menawarkan eksan kreatif dan modern dalam desain batik, melalui tekstur pola dengan memberikan efek 3D serta memberikan tampilan unik. Tak hanya untuk baju saja, tetapi batik embos pun bisa diaplikasikan dengan kreatif untuk dijadikan produk dekorasi bergaya modern yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, misalnya seperti sarung bantal, taplak meja, bed runner, selimut, tirai dan lain sebagainya. Pada umumnya, proses embossing pula bsia dilakukan di berbagai objek bahan lainnya, misalnya logam, kertas maupun bahan tekstil semacamnya.

Sejarah Batik Indonesia Berikut Perkembangannya
Batik Indonesia sudah dikenal luas hingga seluruh masyarakat di tanah air bahkan Mancanegara. Hasil peninggalan dari nenek moyang khususnya masyarakat Jawa ini bahkan telah dinobatkan UNESCO menjadi Warisan Kemanusiaan bagi Budaya Lisan serta Nonbendawi semenjak tanggal 2 Oktober 2009 silam. Tak hanya orang-orang Jawa saja, kain batik juga bahkan saat ini sudah dikenakan oleh seluruh masyarakat di tanah air di berbagai daerah. Kain batik emboss sendiri dianggap menjadi pakaian yang semi resmi serta cocok dikenakan di acara apapun.

Asal Usul Tentang Batik
Berdasarkan sejarahnya, batik sendiri bermula dari abad ke 17 Masehi. Di waktu itu, corak kain batik ditulis lalu dilukiskan di daun lontar maupun papan rumah khas adat Jawa. Mulanya motif atau pola batik sendiri hanya didominasi gambar binatang atau tanaman. Dimana para pengrajin batik pun jumlahnya sangat terbatas waktu itu. Mereka hanya membentuk corak batik hanya sebagai bentuk pelampiasan dari keisengan atau hasrat seni yang dilakukan demi mengisi waktu senggang.
Lewat perkembangannya, sejarah batik pun menarik perhatian para pembesar di kerajaan Majapahit. Beberapa motif diantaranya motif wayang beber, awan, motif candi, abstrak dan sebagainyan turut dikembangkan di masa itu. Selain itu, penulisan batik juga mulai ditujukan di media berbeda. Kain yang berwarna terang atau berwarna putih biasanya menjadi pilihan paling utama sebab dianggap tahan lama serta dapat digunakan untuk penggunaan lebih banyak.

Perkembangan dan kepopuleran kain batik pun semakin bersinar. Para pembesar kerajaan Demak, Mataram, Majappahit, dan beberapa kerajaan setelahnya, turut menobatkan kain batik menjadi symbol budaya. Terutama saat masuknya pengaruh agama Islam, kemudian motif batik berwujud binatang pun dihilangkan. Pemakaian motif tersebut dianggap telah menyalahi syariat Islam, dengan begitu tak diperkenankan terkecuali lewat penyamaran lukisan-lukisan yang lain.

Berhubungan dengan proses pembuatannya, di masa itu model batik tulis sendiri adalah satu-satunya metode yang digunakan. Pada proses pengerjaannya, teknik pewarnaannya masih memakai zat pewarna alami dibuat sendiri memakai tanaman-tanaman, misalnya daun mengkudu, tinggi, jati, soga dan pohon nila. Sementara pada bahan sodanya sendiri, para pembatik di zaman itu memakai tanah lumpur dan soda abu.

Pemakaian kain batik dimana sebelumnya hanya terbatas pada lingkungan keraton, kemudian lambat laun pun mulai dikembangkan masyarakat jelata. Adapun hal tersebut menjadikan corak dari batik emboss pun semakin beragam berdasarkan jiwa seni dan minat pembuatnya. Sejarah batik sendiri tak terlepas dari teknologi yang semakin berkembang. Di masa sebelumnya metode batik tulis sebagai satu-satunya metode yang dapat dilakukan pada pembuatan motif batik, usai perang dunia 1 maupun sesudah modernisasi yang kian menjamur, metode batik cap serta batik printing juga mulai dikenal.

Kedua metode batik tersebut dianggap menjadi teknik pembatikan paling efisien serta tak memakan waktu banyak, walaupun dilihat dari kualitasnya dinilai masih kurang mempunyai nilai estetis. Asal usul perkembangan batik tak sampai situ saja, bahkan di zaman sekarang batik tak hanya dikenal menjadi corak pakaian saja. Kini berbagai pernik tambahan dan pelengkap penampilan untuk kehidupan sehari-hari, misalnya dasi, sepatu, tas, helm pun turut memakai batik untuk dijadikan motifnya. Selain itu, ada pula pakaian formal kedinasan,pakaian sekolah ikut memakai motif batik embos untuk dijadikan pilihan utama. Kini semua masyarakat Indonesia pun merasa bangga mengenakan batik, entah untuk acara formal ataupun acara non formal.

Ingin lebih medalami sejarah batik simak artikel : Ciri Batik Pekalongan Yang Harus Anda Tahu!

Hubungi kami :

WhatsApp: 081316575869

Telepon: 085211722399

BBM: D5FACA30

Bagikan informasi tentang Sejarah dan Perkembangan Batik Embos di Indonesia kepada teman atau kerabat Anda.

Sejarah dan Perkembangan Batik Embos di Indonesia | 085 211 722 399 Toko Dita Kencana Batik | Jual Batik | Kain Batik | Baju Batik Modern

Belum ada komentar untuk Sejarah dan Perkembangan Batik Embos di Indonesia

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Limited Edition
OFF 17%
Rp 150.000 Rp 180.000
Ready Stock / KBS001
Popular!
OFF 17%
Rp 95.000 Rp 115.000
Ready Stock / BMP009
Limited Edition
OFF 17%
Rp 150.000 Rp 180.000
Ready Stock / KBS004
SIDEBAR